Rabu, 12 Juli 2023

PSIKOLOG IMBAU ORANG TUA SELEKTIF PILIH SEKOLAH

 


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog Maharani Ardi Putri mengimbau kalangan orang tua untuk berhati-hati memilih sekolah untuk anaknya. Pemilihan sekolah ini terutama untuk Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak.

"Orang tua harus bisa memilih dengan baik mulai dari basis sekolah tersebut, kurikulum maupun gurunya agar anak tidak terjerumus ataupun terpapar hal-hal yang negatif," katanya, Kamis (7/9).

Menurut dia, memilih sekolah untuk anak sebagai hal penting mengingat saat ini tidak sedikit sekolah yang mengajarkan intoleransi, antikebangsaan, serta keagamaan yang ekstrem. Putri mengatakan orang tua juga harus memerhatikan perilaku dan juga ucapan anaknya sehingga bisa segera mengambil tindakan ketika menemukan yang tidak sepantasnya.

Jumat 07 Sep 2018 07:04 WIB

Psikolog Imbau Orang Tua Selektif Pilih Sekolah

Tidak sedikit sekolah yang saat ini secara tidak langsung mengajarkan intoleransi.

Sejumlah pelajar Taman Kanak-Kanak mewarnai gambar Candi Borobudur saat mengikuti lomba mewarnai nasional dengan tema Ceria Warna Nusantara, di Metro Indah Mall, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis, (27/4).
Foto: Mahmud Muhyidin
Sejumlah pelajar Taman Kanak-Kanak mewarnai gambar Candi Borobudur saat mengikuti lomba mewarnai nasional dengan tema Ceria Warna Nusantara, di Metro Indah Mall, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis, (27/4).
"Anak-anak usia Playgroup, TK, SD masih punya keterbatasan pola pikir sehingga apa yang dia lihat maka itu yang dia tiru tanpa melalui saringan yang lebih kritis seperti halnya orang dewasa," katanya.

Jika perilaku atau ucapan anak ternyata keliru, meniru atau berdasarkan apa yang diajarkan gurunya, maka tidak boleh didiamkan. Orang tua boleh datang ke sekolah untuk kemudian mendiskusikan itu kepada pendidik yang ada di sekolah. 

"Jangan dibiarkan," ujar psikolog yang di layar kaca dikenal dengan nama Putri Langka itu.

Ia menyatakan pernah mendengar kasus anak usia lima tahun menolak diajak orang tuanya ke pusat perbelanjaan. Anak tersebut beralasan, menurut gurunya, pusat perbelanjaan tersebut tempat orang-orang yang agamanya tidak sama dengan agama yang dianutnya.

"Mungkin anak-anak cuma menyampaikan saja tanpa tahu apa maksudnya. Orang tua perlu tahu juga siapa yang menyampaikan, harus dicari sumbernya," katanya.

Menurut dia, anak-anak adalah investasi bangsa Indonesia pada masa mendatang. Sangat disayangkan apabila sejak dini mereka justru terpapar ajaran intolerasi, anti-Pancasila, dan anti-NKRI

SEKOLAH ADALAH RUMAH KEDUA KITA


              Sekolah bagi siswa dan guru adalah tempat yang setiap hari dikunjungi dan mungkin bagi beberapa kalangan guru dan siswa menjadikan sekolah sebagai rumah kedua. Oleh karena itu sudah sepatutnya bagi warga sekolah menciptakan suasana lingkungan sekolah senyaman mungkin sehingga semua warga sekolah semakin betah berada di sekolah dan menjalankan segala aktivitas dengan tenang.


       Kualitas lingkungan sekolah yang nyaman dan tenang membuat proses pembelajaran berjalan dengan baik dan menyenangkan. Para guru akan mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya terhadap peserta didik mereka, seperti halnya mereka mencurahkan perhatian dan kasih sayang mereka pada keluarga di rumah.


        Dengan dijadikannya sekolah sebagai rumah kedua bagi guru, maka guru akan senantiasa senang dan betah berada di sekolah dan tidak keluyuran pada jam sekolah. Walaupun memang jarang diketemukan guru yang keluyuran pada jam sekolah. Perlu kita sadari bagaimanapun juga, sekolah merupakan tempat para guru mencari nafkah untuk keluarga di rumah.


        Kenyaman serta kelengkapan sarana dan prasarana akan memberikan kesempatan kepada sekolah untuk dijadikan rumah kedua. Siswa akan lebih betah berada di sekolah bila suasana lingkungan sekolah aman dan bersih. Mereka akan betah membaca di perpustakaan bila koleksi buku yang beragam dan perpustakaan sangat memberikan kenyamanan untuk membaca.



        Siswa juga akan tambah bersemangat untuk belajar setiap harinya bila ruang kelas belajar mereka dilengkapi dengan fasilitas media belajar yang menarik, seperti LCD Proyektor dan juga WiFi.


        Apabila sekolah memberikan fasilitas WiFi sepulang sekolah mereka bisa kembali ke sekolah untuk mengerjakan tugas dan mencari informasi melalui internet. Tentunya fasilitas internet yang aman bagi siswa.


        Jadi penting sekali untuk menciptakan sekolah sebagai rumah kedua. Dengan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua akan menjadikan para warga sekolah dan peseta didik lebih mencintai sekolah dan akan selalu memberikan yang terbaik untuk sekolah.


           Di Negara mana pun peranan sekolah sangatlah vital keberadaanya, sebab dari sanalah akan lahir generasi penerus suatu bangsa.

        Mengapa demikian, sekolah sebagai awal petualang yang menyenagkan, karena disanalah peserta didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan arahan guru. Dan di sekolah pun sebagai awal yang menentukan masa depan mereka kelak.

        Peserta didik akan mengisi 1/3 waktunya hanya disekolah untuk belajar. Tidak dipungkiri keberadaanya sangatlah membantu dalam ruang lingkup sarana singgah setelah rumah. Sebab bertahun - tahun pesertadidik akan belajar disekolah.

        Saat ini adalah momen yang terbaik disaat tahun ajaran baru 2023- 2024 telah bergulir. Ciptakanlah rasa aman, nyaman, dan menyenagkan dihari pertama sekolah.





MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Pedoman Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru SD, SMP, SMA dan SMK (MOS/ MPLS) Tahun Ajaran 2023/2024 Masa pengenalan lingkungan sek...